Sabtu, 30 Mei 2009

Sprit Perlawamnan Dari Kampus Masjid

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum.War.Wab.

Sprit Perlawamnan Dari Kampus Masjid

Kalau pada kesempatan sebelumnya saya mohon maaf karena hanya bisa melayangkan tulisan tentang wajah komiosariat hari kehadapan Saudara-saudariku yang berada di Komisariat STIKES NH-M, pada kesempatan kali ini saya pikir adalah kelanjutan dari wacana yang saudah kita buka dari awal yakni mengenai wajah komisariat hari ini. Kalau kemarin kita membicarakan secara global maka sekarang kita mencoba untuk berdisikusi sehubungan dengan peran politik (siyasi) yang seharusnya dimainkan dan diperankan secara anggun dan apik oleh kader-kader KAMMI.

Kampus adalah salah satu akar histories dari pergerakan KAMMI. Tepatnya di Masjid Kampus. Pada dua elemen inilah KAMMI bergerak dan memerankan seluruh peranan dan pergerakan dakwahnya. Disinilah sebuah bayi pergerakan itu lahir. Disinilah bayi pergerakan itu menghirup udara perjuangan, sehingga paru-parunya penuh dengan nilai-nilai intelektualitas yang bermoral. Sehingga jantungnya berdegup dengan kencang mengalirkan darah-darah perlawanan dan perjuangan. Menanti kebangkitan yang dijanjikan.

Kelahiran KAMMI merupakan sebuah keniscayaan. Sudah terlalu lama masjid kampus bergolak, menuntut partisipasi. Para aktifisnya sudah tidak tahan dengan kezhaliman rezim orde baru yang otoriter. Sebagaimana kita ketahui pada awal 1980-an setelah pemerintah melakukan represi yang luar biasa kepada gerakan mahasiswa, muncullah berbagai masjid di kampus-kampus besar seperti Salman UTB, Arif Rahmah Hakim UI, Jamaa’aah Shalahuddin di UGM dan lain-lain. Masjid kampus semacam ini dari hari ke hari bertambah jumlahnya dan bertambah pula aktivitasnya. Hal ini kemudian menjadi pola yang fenomenal pada awal 90-an .. Beberapa pengamat gerakan mahasiswa menyebutnya sebagain gerakan mahasiswa religius. Gerakan ini ditandai oleh kentalnya warna agama (Islam) dalam setiap kegiatan dan penampilan aktifisnya.

Lebih dari itu, kelahiran KAMMI adalah pertanda lahirnya generasi baru dalam umat Islam. Generasai yang memiliki pengalaman sejarah yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Cita-cita moral sekaligus cita-cita politik KAMMI adalah tegaknya Islam dalam kehidupan berbangsa, bernegara sebagai nilai dan acuan dasar. Cita-cita ini terasa radikal, tetapi jika kita ingin melihat aspirasi anak muda Islam jaman ini, KAMMI adalah representasinya. Menurut KAMMI tidak ada basa basi dalam keyakinan.

By : ama_syahiid@yahoo.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar