Sabtu, 30 Mei 2009

Era Kepemimpinan Berbasis Kompetensi menjadi warna dari setiap pertarungan peradaban.

Assalamu’alaikum Wr,Wb. Pergolakan politik kampus telah bermula sejak mahasiswa mengenali urgensi dari sebuah keteraturan. Mereka kemudian hadir dengan beragam warna, beragam wajah, beragam tawaran-tawaran konsep. Untuk sebuah perubahan sesuai masing-masing pikiran mereka. Sehingga wajar kalau dalam penawaran-penawaran itu terjadi persaingan diantara mereka, sebuah persaingan yang sebenarnya bukan sebuah kesalahan akan tetapi lebih mencerminkan tentang dinamika pergerakan mahasiswa. Yang salah adalah ketika persaingan itu kemudian menjadi tidak sehat dan dimanifestasikan kedalam bentuk tauran, konflik horizontal, yang lebih berwujud kekanak-kanakan ketimbang idealisme mahasiswa yang dikenal dengan kedewasaan dan intelektual profetik.

Pernah menonton filem Kolosal tentang Mongol yang kita kenal dengan nama pasukannya yang disegani di belantara peradaban kala itu “Pasukan Tar-Tar” tentara yang pernah menghancurkan Bagdad, dalam riwayat dikatakan 200.000 pasukan tar-tar membunuh 1,6 juta penduduk muslim yang berdomisili di bagdad kala itu. dalam bangsa mongol pemimpin mereka digelar “Khan.” Seorang anak lahir dari klan terkuat dari suku bangsa Mongol yang bernama Timugn, sejak kecil ia menjadi terasing, mengalami pahit getirnya kehidupan bahkan sebenarnya keberuntunganlah yang membuatnya dapat bertahan hidup. Dia memiliki cita-cita yang luhur yaitu mempersatuakan suku-suku mongol untuk menjadi sebuah bangsa yang besar kuat dan bersatu dengan nama MONGOL. Pada saat dia dewasa akhirnya ia pun menyatukan bagsa mongol dengan cara mengalahkan satu persatu suku-suku jahat lain yang enggan menyatukan mongol. Ada satu hal yang unik dari seorang Timugn yaitu keyakinannya yang kuat kepada Tuhan. Berbeda dengan klan suku-suku lainnya yang lebih percaya kepada kekuatan mereka ketimbang kekuatan Tuhan. Suatu saat dalam peperangan terakhir ia menghadapi musuh terakhirnya yang membagi mongol menjadi dua bagian yaitu kelompok Timugn dan kelompok musuhnya. Siapaun yang akan menang saat itu maka dialah Khan Mongol (Raja Mongol), saat itu pasukan tidak berimbang , Timugn memiliki sedikit pasukan ketimbang musuhnya. Akhirnya iapun berdoa kepada Tuhannya dengan nada memelas ia berkata Tuhan berikan aku kekuatan… iapun bangkit dan berkata hari ini akan menjadi sejarah bahwa bangsa Mongol harus punya aturan, aku akan memperjuangkannya walaupun setengah dari bangsa mongol harus dihilangkan… akhirnya iapun menang. Dan mongol pun hidup teratur dan tidak ada lagi suku-suku yang saling berbunuhan karena mereka semua dipimpin oleh satu pemimpin yang bernama Timugn yang oleh sejarah disebut dengan nama Jenghis Khan!. Yang kemudian suatu saat keturunannya bernama Berkat Khan masuk ISLAM dan mencintai ulama dan ajarannya. Masuk Islamnya pasukan tar-tar merupakan karunia Allah SWT yang sangat besar, dengan demikian pasukan Islam menjadi bertamabah kuat. Allahuakhbar!!!

Kita bisa menraik beberapa kesimpulan bahwa Kepemimpinan peradaban selalu Allah SWT serahkan pada akhirnya kepada orang yang terbaik, orang yang memiliki cita-cita yang luhur, berpihak kepada kebenaran, dan yang terpenting dari semua itu adalah memiliki keyakinan terhadap kekuasaan Allah Azza Wajallah dalam mengatur Segala-galanya.

Sesunggunya generasi terbaik adalah generasi yang mengilhami apa yang dikatakan Lukman kepada Anaknya dala Firman Allah yang artinya sbb:

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).(QS. Lukman: 17)
By Andi Yakub (KAMMI Daerah Makassar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar