Selasa, 12 Mei 2009

Fiqh Edisi_003 "MENJADI DAI SEBELUM MENJADI APAPUN"

Suatu gambaran pribadi yang unik dengan penataan resiko terencana untuk meraih masa depan bersama Allah dan Rasul-Nya. Inilah kafilah panjang, pembawa risalah kebenaran yang tak putus sampai ke suatu terminal akhir kebahagiaan surga penuh ridha Allah swt.

Setiap muslim adalah dai. Kalau bukan dai kepada Allah, berarti ia adalah dai kepada selain Allah, tidak ada pilihan ketiganya. sebab dalam hidup ini, kalau bukan Islam berarti hawa nafsu.

Dakwah yaitu mengajak kepada yang hak dan meninggalkan yang batil. Bagi muslim, dakwah merupakan darah bagi tubuhnya, ia tidak bisa hidup tanpanya. Dakwah merupakan aktivitas yang begitu dekat dengan keseharian kaum muslimin. Begitu dekatnya sehingga hampir seluruh elemen terlibat di dalamnya.

Inilah jalan suci itu jalan menuju cahaya kebahagiaan hakiki..”Katakanlah (Muhammad) inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha suci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik” (QS. Yusuf:108)..

Ibnu Qayyim Al-jauziah mengatakan bahwa manusia yang tidak menyerukan dakwah seperti mayat hidup yang berjalan dimuka bumi (tidak memberikan kontribusi apa-apa).

Dalam Al-Qur’an surah An-Nahl Allah subhanahu wata’ala berfirman “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”.

Dakwah merupakan sarana untuk menyebarluaskan dan memahamkan dien ini kepada setiap manusia, Sehingga dengan aktivitas dakwah ini ummat dapat menyaksikan Islam dalam diri, keluarga dan aktivitas para dai yang melakukan perbaikan ummat secara integral, mengeluarkan manusia dari pekat jahiliyah menuju cahaya Islam.

Dakwah ini adalah perjalanan yang sangat panjang dan berliku penuh duri dan berbagai macam halang rintang yang siap menghadang kita, untuk itu dibutuhkan kesehatan yang prima, kekuatan yang dahsyat, kesabaran yang tiada batas, serta keikhlasan yang tiada akhir.

Semoga Allah subhanahuwata’ala senantiasa mencurahkan taufiq dan petunjuk-Nya kepada para dai yang ikhlas menyeru manusia ke jalan Allah, memperbaiki diri, keluarga dan masyarakat serta tempat kerja, sehingga Allah terlibat dalam urusan dan kebijakan-kebijakan yang akan ditetapkan untuk orang banyak, demi tegaknya tatanan Islam yang indah dalam kehidupan dengan bimbingan Alah dan sesuai panduan manhaj dakwah Rasulullah SAW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar